Masyarakat miskin di Solok Selatan saat ini masih banyak yang menempati rumah tak layak huni. Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Solsel mencatat, pada 2012 masih terdapat 1.911 rumah tak layak huni.
Upaya menekan angka tersebut dengan mengusulkan program rehabilitasi, kian gencar dilakukan. Pada tahun ini, Pemkab telah mengusulkan kepada Departemen Sosial sebanyak 210 rumah, kepada menteri perumahan rakyat sebanyak 520, dan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebanyak 78 rumah.
“Kalau dengan dana APBD, kita rencanakan setiap nagari mendapat jatah rehabilitasi dua rumah,” terang Kabid Sosial Dinsosnakertrans Solsel, Baharmin Sami beberapa waktu lalu.
Dari tahun ke tahun, jumlah rumah tak layak huni memang telah menurun. Pada 2008, tercatat bahwa di Solsel terdapat 2.160 rumah tak layak huni. Melalui program rehabilitasi yang didanai oleh ABPN dan APBD angka tersebut menurun, hingga pada 2009 tersisa 1.911 rumah.
Jumlah ini tersebar di Sangir 364 unit, Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) 353 unit, Sangir Batang Hari 321 unit, Sangirjujuan 298 unit, Sungaipagu 214 unit dan Pauhduo 159 unit.
Baharmin menambahkan, bahwa proses rehabilitasi biasanya merupakan swadaya masyarakat serta dibantu oleh Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). Sumber : Padang Ekspres
