MASYARAKAT Solok Selatan berbahagia. Kabupaten yang berada di ujung Provinsi Sumatera Barat itu kedatangan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Tak tanggung-tanggung, seharian penuh gubernur berada di kabupaten yang berjuluk “Nagari Seribu Rumah Gadang” itu.
Awalnya, rombongan Gubernur dan Bupati Solok Selatan melaju menuju Nagari Pakan Rabaa Timur dengan agenda peresmian kantor wali nagari dan penanaman perdana bibit kakao Nagari Pakan Rabaa Timur.
Sesampai di Nagari Pakan Rabaa Timur, rombongan disambut jamuan makan bersama di sebuah lokasi, SD 14 Ladang Konsi Nagari Pakan Rabaa Timur, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Kabupaten Solok Selatan. Sesampai di depan kantor baru wali nagari, gubernur dan bupati disambut tari gelombang oleh pelajar Nagari Pakan Rabaa Timur. Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria, Wakil Bupati Solok Selatan Abdul Rahman, Wakapolres Solsel Herri Budianto, tokoh masyarakat Solsel Novirmanwansyah (mantan Wakil Bupati Solsel) mencicipi sekapur sirih yang dihidangkan.
Dalam sambutannya, Muzni Zakaria menyampaikan, Nagari Pakan Rabaa Timur sebenarnya merupakan nagari yang kaya dengan potensi sumber daya alamnya. Nagari Pakan Rabaa Timur merupakan model untuk membangun kemitraan dengan investor untuk pembangunan nagari. Salah satu wujudnya adalah keberhasilan membangun kantor wali nagari yang sangat representatif atas dukungan pihak ketiuga, melalui LSM Darwin Initiative dan CV Faras Pratama dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Untuk mengoptimalkan peran pemerintah nagari sebagai unit pemerintah terdepan dalam pelayanan dan pembangunan masyarakat, Pemda Solsel meluncurkan program block grant nagari untuk kegiatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan.
Mengenai keisolasian Pakan Rabaa Timur dari nagari induk, Pemda Solsel bakal membangun jalan tembus. “Kita bakal menganggarkan jalan tembus Nagari Pakan Rabaa Timur ini menuju Nagari Pakan Rabaa (induk). Diharapkan dengan dibuka akses itu, Nagari Pakan Rabaa Timur memiliki akses menuju Muara Labuh dengan jarak tempuh beberapa menit saja,” ujar Wakil Bupati Abdul Rahman.
Usai acara peresmian dan penanaman perdana bibit kakao di Nagari Pakan Rabaa Timur, rombongan melaju menuju Nagari Pakan Rabaa dan shalat jumat di Masjid Raya Pakan Rabaa.
“Penanaman perdana bibit kakao di Nagari Pakan Rabaa Timur merupakan pertanda digalakkannya pengembangan perkebunan kakao di Solok Selatan terutama di Nagari Pakan Rabaa Timur,” ucap Bupati.
Usai salat Jumat, rombongan melaju ke Jorong Sungai Pangkuah Nagari Pakan Rabaa Tengah untuk meresmikan pemanfaatan rumah kompos Kelompok Tani Ummi.
“Kompos sangat bagus digunakan petani. Hasil tani berkualitas, rasa buah enak, harga pupuk murah dan mudah didapatkan,” ujar Gubernur Sumbar.
Selepas peresmian itu, rombongan melaju menuju Bangk0 Gadang Kecamatan Pauh Duo dengan agenda peresmian jembatan Bangko Gadang yang dibangun melalui dana APBD Solsel senilai Rp2,4 miliar.
Rombongan disambut dengan iringan musik rebana dan hidangan untuk makan siang bersama. Tidak lupa Pemprov disajikan pangek pisang. Makanan khas Kabupaten Solok Selatan yang sudah dilirik sebagai wisata kuliner oleh dinas terkait. Rasanya memang enak, manis berwarna kuning dan dimakan dengan katan.
Jembatan ini sangat besar artinya, selama ini dua nagari terpisahkan oleh aliran sungai, kini terhubung oleh jembatan sepanjang 30 meter itu. “Jembatan ini sangat penting sebagai penghubung Nagari Luak Kapau Alam Pauh Duo khususnya Bangko Gadang dengan Nagari Alam Pauh Duo yang juga pusat berdiri Kantor Camat Kecamatan Pauh Duo,” jelas Nasrial Nashir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Solok Selatan.
Harapan masyarakat Solok Selatan seperti yang disampaikan Bupati Muzni Zakaria, agar Pemprov melalui dinas terkait memberikan perhatian yang lebih terhadap Kabupaten Solok Selatan.
Baik pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang kondisinya banyak yang rusak berat, jembatan yang usianya sudah lama dan program provinsi pengentasan kemiskinan.
Keinginan bupati selalu mendapat respon pemprov. Gubernur selalu menyampaikan kepada dinas terkait, termasuk Dinas PU Provinsi yang tidak hadir bersama rombongan.
“Kita mengakui dana provinsi masih minim di Kabupaten Solok Selatan, ini tentu keterlambatan pengajuan. Diminta Pemda Solsel lebih giat lagi, kalau menginginkan suatu pembangunan dan pendanaan, perlu menyiapkan master plan atau proposal dan mengajukan ke pihak provinsi. Karena provinsi sangat banyak program pensejehteraan masyarakat,” jelas Gubernur. (h/col/adv)
Epaper Harian Haluan, SENIN, 30 JANUARI 2012 M
