^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2017-05-28 12:15:35 - Rp 9,8 Miliar Jalan Tembus Abai – Dharmasraya Selesai Lelang <0> 2017-05-27 12:02:05 - Sambut Ramadan, Warga di Solsel Ini Panjat Pinang <0> 2017-05-26 08:54:58 - HWB Sapan Maluluang Siap Sambut Tradisi 'Balimau' Masyarakat Solsel <0> 2017-05-26 08:53:58 - Ditargetkan Menghasilkan 86 MW di Tahun 2019, PT SEML Eksploitasi Sumur di Solsel <0> 2017-05-25 10:43:00 - Ini Penyebab Listrik Sering Mati di Solok Selatan <0>
 

BERITA FOTO

2017-05-15 : Road Show Jurusan Ilmu Administrasi Publik

Road Show Jurusan Ilmu Administrasi Publik fakultas Unand

Anda berada di: Depan > Post
Fisik, Sarana Prasarana
Diposting pada: Juma't, 17/05/2013 | Hits : 10497
 

Prasarana dan Sarana   Transportasi

Total panjang jalan yang ada di Kabupaten Solok Selatan pada 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 1.941,96. Namun peningkatan jumlah jalan tersebut tidak diikuti oleh peningkatan kwalitas jalan. Jika dilihat dari jenis permukaan jalan, panjang jalan kabupaten yang sudah dilapisi aspal hanya sepanjang 88,53 km, kerikil 353,50 km, tanah 972,50 km, lainnya 262,18 km.

Tabel

Panjang Jalan Menurut Permukaannya dan Status Pemerintah

yang berwenang di Kabupaten Solok Selatan Tahun 2012

No

Klasifikasi

Status Pemerintahan yang Berwenang

Nasional

Provinsi

Kabupaten

Total

1.

Aspal

-

135,25

88,53

223,78

2.

Kerikil

-

43,00

310,50

353,50

3

Tanah

-

170,00

972,50

1.142,50

4

Lainnya

-

-

262,18

262,18

Total

-

348,79

1.633,71

1.981,96

Sumber : Dinas PU Kabupaten Solok Selatan tahun 2012

Untuk angkutan darat jalan raya, Solok Selatan hanya memiliki terminal dengan skala Perdesaan. Untuk wilayah pelayanan jaringan angkutan umum untuk saat ini masih dilayani oleh angkutan perdesaan yang melayani dari suatu pasar ke pasar lainnya. Sedangkan untuk angkutan luar kabupaten dilayani oleh bus reguler dan travel tidak resmi yang melayani trayek Padang - Padang Aro, Padang - Muara Labuh, Solok – Padang Aro dan Solok – Muara Labuh.

Struktur jaringan jalan di Kabupaten Solok Selatan berbentuk segitiga radial linier dengan jaringan jalan utama yang membentang dari Barat Laut ke Tenggara (Padang - Solok - Muara Labuh - Padang Aro - Dusun Tengah). Di Padang Aro, jaringan jalan ini terpecah, satu arah menuju Timur Laut hingga Dusun Tengah sedangkan yang lainnya menuju ke Tenggara menuju Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci (Provinsi Jambi).

Pada tahun 2011, total panjang jalan yang terdapat di Solok Selatan sepanjang 1.941,96 km, dengan rincian 348,79 km merupakan jalan Provinsi, 1.633,71 km merupakan jalan Kabupaten.

Secara umum, persentase kondisi mantap dari jaringan jalan Provinsi di Kabupaten Solok Selatan sepanjang 73,95 km berada dalam keadaan baik, 34,60 dalam keadaan sedang, 28,95 km dalam keadaan rusak dan 210,75 km  dalam keadaan rusak berat. Sedangkan dari 1.633,71 km jalan Kabupaten yang ada, sepanjang 201,67 km berada dalam keadaan baik, 194,39 km sedang, 358,95 dalam keadaan rusak dan 878,70 km rusak berat.Untuk angkutan darat jalan raya, Solok Selatan baru memiliki terminal dengan skala Perdesaan. Untuk wilayah pelayanan jaringan angkutan umum untuk saat ini masih dilayani oleh angkutan perdesaan.


Irigasi


Pengembangan dan pengelolaan jaringan irigasi dan jaringan pengairan lainnya, telah dilakukan pembangunan, peningkatan, dan  rehabilitasi, dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Selama rentang waktu 2005 sampai 2010 pemerintah telah melakukan peningkatan dan perbaikan jaringan irigasi. Luas areal irigasi yang ada di Kabupaten Solok Selatan seluas 13.517 Ha yang terdiri atas 3.510 Ha irigasi teknis, 8.018 Ha irigasi semi teknis dan 1.989 Ha irigasi sederhana. Tabel dibawah ini meunjukkan lokasi irigasi di Kabupaten Solok Selatan


Perumahan dan  Pemukiman


Kondisi topografi daerah  Kabupaten Solok Selatan yang tidak rata  cenderung berbukit bukit menyebabkan kurangnya areal yang dapat dijadikan pemukiman. Sehingga perumahan dan permukiman di Solok Selatan, penyebarannya cenderung tidak merata. Kawasan perumahan penduduk terletak di daerah dataran bergelombang, mulai dari Pakan Rabaa, Muara Labuh hingga terus ke bagian timur ke arah Padang Aro dan Abai. Perumahan berada sepanjang jaringan jalan dengan lebar beberapa ratus meter dari ruas jalan eksisting yang ada. Saat ini pengembangan perumahan dan permukiman terkonsentrasi pada 3 kecamatan yaitu: Kecamatan Sangir, Sungai Pagu dan Sangir Jujuan. Pada tahun 2008, kepemilikan rumah ada sekitar 25.610 unit, dan mengalami peningkatan untuk tahun 2009 menjadi 26.220 unit.

Jumlah pengembang perumahan KPR/BTN di Kabupaten Solok Selatan jumlahnya masih sedikit. Pola penyediaan rumah saat ini masih dilakukan secara self help atau dilakukan sendiri, baik secara individual maupun kolektif. Hal ini menyebabkan bentuk dan luasan rumah cenderung beragam. Dari segi estetika bangunan, keberagaman ini dapat berdampak positif, namun juga dapat berdampak negatif apabila keberagaman tersebut kurang tertata dengan baik.

Jika dilihat dari status persentase kepemilikan bangunan (Susenas 2009), sebahagian besar bangunan di Kabupaten Solok Selatan adalah rumah milik pribadi yaitu sekitar 70,12, Kontrak/sewa sebesar 5,37 %, sisanya sebesar 24,52 merupakan bangunan milik adat dan pemerintah. Di bidang perumahan dan permukiman, perhatian berikutnya tertuju pada pengadaan air bersih. Pengadaan air bersih merupakan kebutuhan bagi masyarakat. Saat ini, pelayanan jaringan PDAM masih sangat terbatas. Sepanjang tahun 2009, Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Solok Selatan telah memasang sambungan air minum untuk rumah sebanyak, 5.218 pelanggan (meningkat dari tahun 2008, yaitu 4.645 pelanggan) dan untuk sambungan kran umum sebanyak 71 unit (turun dari tahun 2008, yaitu 53 unit).

Bagian dari perumahan dan permukiman yang juga sangat mendukung kelangsungan dan kenyamanan hunian adalah drainase dan persampahan. Kondisi drainase saat ini beragam antar wilayah. Saluran drainase sering tidak berfungsi karena budaya masyarakat yang masih membuang sampah ke dalam saluran drainase, disamping relatif rendahnya pemeliharaan saluran tersebut. Sistim pengelolaan limbah rumah tangga yang masih sederhana dengan mengalirkan saluran air limbah rumah tangga ke saluran drainase. Sementara penampungan tinja dilakukan dengan membangun tangki septik pada masing-masing rumah tangga.

Pertambahan perumahan dan permukiman yang semakin tinggi, menyebabkan pengelolaannya perlu ditingkatkan dan direncanakan antisipasinya untuk masa datang. Secara umum pengelolaan sampah dilakukan adalah dengan mengumpulkan sampah rumah dalam kantong plastik atau karung dan ditempatkan di depan rumah. Permasalahan umum dihadapi adalah bercampurnya sampah organik dan an-organik. Hal ini menyebabkan pengolahan lebih lanjut menjadi sulit. Pemisahan ini seyogyanya dilakukan mulai dari rumah tangga sampai ke tempat pembuangan akhir. Dengan cara ini teknologi pengolahan sampah yang lebih efektif dan efisien dapat dilaksanakan

Listrik

Kebutuhan listrik Kabupaten Solok Selatan dipasok oleh PT PLN III Ranting Muaro Labuah. Layanan PLN terhadap masyarakat berupa jaringan tersambung ke rumah tangga, perkantoran, pertokoan dan lampu jalan, terutama pada tempat kawasan penduduk yang padat seperti Muara Labuh dan padang Aro, Jaringan ini baru bisa melayani 85,2 % dari total kebutuhan masyarakat. Namun demikian dengan sistem  inter koneksi jaringan ini sudah mencapai sebahagian besar pedesaan dan wilayah perkebunan.


Air  Bersih dan Sanitasi

Air bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kehidupan manusia. Air digunakan untuk minum, mandi, mencuci, memasak dan lain-lain. Saat ini, pelayanan jaringan PDAM masih sangat terbatas. Hingga tahun 2009, terdapat sekitar 5.217 sambungan rumah yang terpasang. Kebutuhan air bersih ini dilayani dari unit instalasi Muara labuh sebanyak 2.494 sambungan, Pasir Talang sebanyak 2.063 sambungan, Sangir 913 sambungan, dan Sungai Batang Hari sebanyak 14 sambungan, sedangkan kran umum yang terpasang sebanyak 81 unit. Dari ke empat unit PDAM ini memiliki kapasitas sumber air minum sebesar 590 liter/detik.


Admin

 

 

Posting Lainnya:

« Kembali