^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2014-09-07 10:49:54 - Pemkab Solok Selatan Segera Serahkan KUA-PPAS Perubahan <0> 2014-09-04 11:38:12 - TNI Latihan Perang di Area Tambang Emas <0> 2014-08-27 01:37:33 - Dekranasda Solok Selatan Miliki Ruang Promosi Baru <0> 2014-08-19 20:16:21 - Fokus Mengurus K-2, Solok Selatan Tak Terima CPNS 2014 <0> 2014-08-11 13:30:17 - KPU SOLSEL AJUKAN ANGGARAN PILKADA RP 14 MILIAR <0>
 

BERITA FOTO

2011-09-07 : Berita Foto 1

Hot Water Boom

2011-09-07 : Wisata

JAJAK PENDAPAT

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus
Cukup
Kurang

Tampilkan Hasil Suara

Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?

Bagus (51.2 %)

Cukup (18.6 %)

Kurang (30.3 %)

(2112 Suara)

Anda berada di: Depan > Post
Keadaan Umum Wilayah
Diposting pada: 2013-05-15 21:55:33 | Hits : 4043
 

Wilayah Kabupaten Solok Selatan terletak pada ketinggian 350 - 430 meter diatas permukaan laut, dengan topografi (bentang alam) bervariasi antara dataran lembah bergelombang, berbukit dan gunung yang merupakan rangkaian dari Bukit Barisan yang membujur dari utara ke selatan di sepanjang pantai barat Sumatera.

Selanjutnya, secara topografis 69,19 % dari wilayah Solok Selatan berada pada kelerengan di atas 40 derjad yang tergolong sangat curam dan rawan terhadap bahaya longsor dan hanya sekitar 15,02 yang tergolong datar dan landai. Kabupaten Solok Selatan dapat diklasifikasikan menjadi tiga tipe wilayahnya: (1) kawasan dataran tinggi bergelombang yang menempati wilayah bagian Timur, mulai dari Lubuk Malako di Kecamatan Sangir Jujuan ke arah Utara sampai ke wilayah Kecamatan Sangir Batang Hari; (2) kawasan perbukitan, lebih dominan menutupi wilayah Kabupaten Solok Selatan, mulai dari bagian Utara sampai bagian tengahnya. (3) kawasan lembah kaki pegunungan yang menempati wilayah bagian Barat berbatasan dengan Kabupaten Pesisir Selatan dan bagian Selatan, yang merupakan kaki Gunung Kerinci.

Secara geologis, Kabupaten Solok Selatan berada pada Sistem Patahan Besar Sumatera, yang dikenal dengan patahan semangka yang masih aktif sampai sekarang. Zona tumbukan lempeng Samudera Hindia dan Lempeng Benua Eurasia ini masih aktif, dengan laju pergerakan 7 cm/tahun. Jika terjadi pergerakan yang cukup besar, akan berpotensi menimbulkan gempa bumi. Di sisi lain berdasarkan peta geologi terlihat adanya potensi sumber daya mineral. Sumber daya mineral tersebut antara lain terdiri dari (a) mineral logam berupa tembaga, emas, dan perak. (b) potensi panas bumi yang ditandai oleh munculnya mata air panas. (c) bahan galian berupa batu gamping, pasir dan batu sungai

Dari sisi vulkanologis, meskipun tidak memiliki gunung berapi, kabupaten ini terletak di  jalur gunung berapi yang masih aktif, yang berada di luar kabupaten namun berbatasan langsung dengannya, yaitu Gunung Kerinci di Kabupaten Kerinci. Jika terjadi aktivitas vulkanik dan seismik di gunung berapi tersebut akan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di Kabupaten Solok Selatan.

Dilihat dari jenis tanahnya, Kabupaten Solok Selatan, terdiri atas tanah Andosol dan Litosol. Jenis tanah seperti ini memiliki tingkat hara yang tinggi dan sangat subur. Oleh karena itu daerah ini sangat cocok untuk pengembangan kegiatan pertanian, terutama tanaman holtikultura dan perkebunan

Kabupaten Solok Selatan dilalui oleh 18 aliran sungai. Lima di antaranya terdapat di Kecamatan Sangir, tiga  di Sungai Pagu dan 10 sungai di  kecamatan lainnya, masing-masing diantaranya terdapat dua sungai. Sungai-sungai besar yang mengalir pada umumnya mempunyai kedalaman yang cukup, bersifat permanen, dan memiliki arus yang cukup deras. Dengan bentangan alamnya yang berbukit-bukit serta dilalui oleh banyak sungai seperti itu, menjadikan Kabupaten Solok Selatan rawan terhadap bahaya banjir dan longsor. Di samping itu, Kabupaten Solok Selatan juga merupakan salah satu dari empat kabupaten yang termasuk daerah yang berada pada bagian hulu Daerah Pengaliran Sungai (DPS) Batang Hari yang mengalir ke pantai Timur.

Kabupaten Solok Selatan secara umum beriklim tropis dengan temperatur bervariasi antara 20°C hingga 33°C dengan curah hujan cukup tinggi yaitu 1.600-4.000 mm/tahun. Dengan kelembaban udara berkisar 80%, Kabupaten Solok Selatan mempunyai iklim tropika basah. Pada umumnya musim penghujan berlangsung pada bulan Januari s/d Mei, September s/d Desember, sedangkan musim kemarau pada bulan Juni s/d Agustus. Angin pada umumnya bertiup dari arah Barat Daya – Tenggara.

Luas wilayah Kabupaten Solok Selatan mencapai 359.013 Ha, terdiri atas Kawasan Hutan Lindung 150.532 Ha (41,93%) dan Kawasan Budidaya seluas 208.481 Ha (58,07%).


A. Potensi Pengembangan Wilayah

Tiga wilayah pengembangan yang didasarkan oleh karakteristik dan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah tersebut:

1. Kecamatan Sangir yang berpusat di Padang Aro sebagai pusat pengembangan I dengan growth point  pelayanan pemerintahan, pelayanan umum dan perdagangan.

2. Kecamatan Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh sebagai pusat pengembangan II yang dipusatkan di Muara Labuh dengan growth pointnya pendidikan, kesehatan, perdagangan, pariwisata dan sentra produksi tanaman pangan.

3. Kecamatan Sangir Batang Hari, Sangir Jujuan dan Sangir Balai Janggo sebagai pusat pengembangan

III sebagai kawasan agropolitan dengan growth pointnya sektor perkebunan dan pertambangan


B. Wilayah Rawan Bencana

Melihat kedudukan Kabupaten Solok Selatan yang berada pada Suatu Sistem Patahan Besar dan jalur Gunung api yang masih aktif sampai sekarang serta banyak nya dataran yang bergelombang dan curam menyebabkan sebahagian besar daerahnya merupakan daerah rawan bencana, baik gempa bumi ,longsor maupun banjir. Secara garis besar pengelompokan daerah rawan bencana di kabupaten Solok Selatan adalah:

1. Gerakan Tanah, Gerakan tanah disebabkan oleh sesar yang ada di wilayah Kabupaten Solok Selatan. Dari kedudukan wilayah Kabupaten Solok Selatan yang berada pada sistem Patahan Besar yaitu sistem Patahan Semangko. Daerah ini meliputi sebahagian besar  daerah Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dan Sungai Pagu

2. Gempa bumi dan Gunung api, Kabupaten Solok Selatan didominasi oleh perbukitan dan pegunungan  belum dijumpai adanya gunung berapi yang aktif. Walaupun sebenarnya Kabupaten Solok Selatan secara administrasi daerah tidak memiliki gunung api, tetapi sebahagian besar wilayah kaki gunung Kerinci berada diwilayahnya, sehinggga beberapa wilayah akan terkena imbas yang tidak langsung (awan panas dan lahar dingin) dari letusan dari gunung tersebut, seperti wilayah Sangir, Pauh Duo dan Sungai Pagu. Sedangkan untuk potensi bahaya gempa cukup besar hal ini mengingat pulau Sumatera secara umum berada di daerah tektonik aktif dimana lempeng Samudera Hindia bergerak ke utara menghujam secara menyerong terhadap lempeng Benua Eurasia yang bergerak ke Selatan, dengan laju pergerakan mencapai 7 cm/tahun. Jika terjadi  pergerakan yang cukup besar maka akan menyebabkan pergeseran lempeng benua mikro (mikro plate) yang berada di antara Jalur Tumbukan (Palung) dan Zona Patahan Semangko. Pergerakan terebut akan memicu pergerakan sesar/patahan yang ada diwilayah Solok Selatan dan juga dapat menyebabkan pergerakan tanah.  Daerah-daerah yang akan terkena dampak langsung jika terjadi pergeseran Patahan Sumetera akibat gempabumi meliputi daerah sepanjang Balun, Muara Labuh sampai dengan Pekonina yang berada di sekitar zona Patahan Sumatera.

3. Longsor dan erosi. Longsor  umumnya terjadi pada daerah perbukitan yang bertebing terjal dan daerah tebing sungai terutama pada daerah cut of slope seperti pada daerah berlereng dengan kelerengan > 15 %, daerah perbukitan bergelombang, daerah perbukitan terjal, daerah kaki pegunungan. Daerah ini meliputi sebahagian besar wilayah Kabupaten Solok Selatan.

4. Banjir. Banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang dialirkan melalui sungai-sungai  besar yang mengalir di wilayah Kabupaten Solok Selatan. Selain itu juga daerah cekungan-cekungan dapat juga terjadi genangan yang menyebabkan banjir. Daerah yang perlu diwaspadai (berpotensi) rawan banjir terdapat di sepanjang Sungai Batang Hari, Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Suliti, Sungai Batang Bangko, Sungai Batang Liki dan sepanjang Sungai Batang Sangir.

 

 

 

Posting Lainnya:

« Kembali