^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Post
PROFIL INVESTASI DAERAH
Diposting pada: 2012-03-08 20:59:34 | Hits : 2083
 

KABUPATEN SOLOK SELATAN


Penanaman modal atau Investasi dalam kegiatan ekonomi mempunyai arti  yang luas. Investasi selalu dikaitkan dengan kegiatan menanamkan uang dengan harapan mendapatkan keuntungan. Secara konsep investasi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Peningkatan investasi merupakan salah satu faktor utama dalam usaha peningkatan kapasitas ekonomi yang tentunya berpengaruh pula pada produktifitas yang akhirnya akan bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.

Jika dilihat perkembangan investasi selama tahun 2005-2009, investasi yang ditanamkan di daerah Kabupaten Solok Selatan mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Pada tahun 2005 nilai investasi yang ditanamkan hanya sebesar 160.230,11 milyar dan mengalami peningkatan yang signifikan hingga menjadi 231.335,21 milyar pada tahun 2009 dengan tingkat rata-rata pertumbuhan diatas 6 persen. Sedangkan pada investasi yang berdasarkan pada harga konstan 2000 pertumbuhan investasi tidak terlalu signifikan, tetapi mengalami pertumbuhan rata-rata 2 persen pertahun. Rendahnya pertumbuhan ini disebabkan karena pengaruh inflasi yang tinggi selama periode tersebut sehingga nilai rill tidak meningkat secara cepat.


Tabel 12.
Perkembangan Nilai Investasi Yang Ditanamkan Di Kabupaten Solok Selatan 
Tahun 2007-2011 (Milyar)

Investasi

2007

2008

2009

2010

2011

Atas Dasar Harga Berlaku

181,203

214,344

231,335

Atas Dasar Harga Konstan 2000

107,403

116,498

118,670

Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2011

Jika dilihat dari pelaku atau pihak yang menanamkan investasi dapat dilihat bahwa terjadi penurunan share dari investasi pemerintah yaitu dari 64,13 persen tahun 2005 menjadi 49,62 persen pada tahun 2009. Hal ini terjadi sebagai akibat dari meningkatnya investasi yang dilakukan oleh swasta dan masyarakat.

Tabel 13.

Distribusi Investasi Berdasarkan Pelaku Ekonomi

Di Kabupaten Solok Selatan

Pelaku Investasi

2007

2008

2009

2010

2011

Pemerintah

60,77

51,56

49,62

Swasta

16,63

20,54

21,13

Masyarakat

22,60

27,90

29,25

Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2011

Dilihat dari struktur investasi berdasarkan sektor investasi yang ditanamkan selama tahun 2009 dapat dilihat sektor pertanian masih mendominasi investasi yakni 40,04 persen. Hal ini disebabkan meningkatnya investasi di sub bidang pertanian yakni  perkebunan. Selanjutnya diikuti oleh sektor Perdagangan, Hotel dan restoran yakni sebesar 16,80 persen, dimana investasi pada lapangan usaha ini berkembang mengikuti karakteristik daerah yang dominan pada sektor primer. Kegiatan investasi yang relatif kecil terjadi pada sektor listrik dan gas sebesar 1,13 persen, lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan  sebesar 2,13 persen. Rendahnya investasi pada sektor tersebut disebabkan lambatnya perkembangan sektor sekunder dan tersier terutama pada kegiatan industri dan jasa.

Tabel 14.

Distribusi Investasi Menurut Lapangan Usaha

Di Kabupaten Solok Selatan

Tahun 2009 (Juta)

Lapangan usaha

Total investasi

%

Pertanian

92.626,62

40,04

Pertambangan dan penggalian

16.980,00

7,34

Industri pengolahan

21.282,84

9,20

Listrik,gas dan air minum

2.614,09

1,13

Bangunan

17.072,54

7,38

Perdagangan,hotel, dan restoran

38.864,31

16,80

Pengangkutan dan komunikasi

16.262,86

7,03

Keuangan,persewaan dan jasa perusahaan

4.927,44

2,13

Jasa lainnya

20.681,37

8,94

Total

231.335,21

100

Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2010


1. PROFIL INVESTASI DAN POTENSI PERTAMBANGAN

2. PROFIL INVESTASI DAN POTENSI SUMBER DAYA AIR


 

Posting Lainnya:

« Kembali