
KABUPATEN SOLOK SELATAN
Penanaman modal atau Investasi dalam kegiatan ekonomi mempunyai arti yang luas. Investasi selalu dikaitkan dengan kegiatan menanamkan uang dengan harapan mendapatkan keuntungan. Secara konsep investasi adalah Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB). Peningkatan investasi merupakan salah satu faktor utama dalam usaha peningkatan kapasitas ekonomi yang tentunya berpengaruh pula pada produktifitas yang akhirnya akan bermuara pada peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Jika dilihat perkembangan investasi selama tahun 2005-2009, investasi yang ditanamkan di daerah Kabupaten Solok Selatan mengalami peningkatan dari tahun ketahun. Pada tahun 2005 nilai investasi yang ditanamkan hanya sebesar 160.230,11 milyar dan mengalami peningkatan yang signifikan hingga menjadi 231.335,21 milyar pada tahun 2009 dengan tingkat rata-rata pertumbuhan diatas 6 persen. Sedangkan pada investasi yang berdasarkan pada harga konstan 2000 pertumbuhan investasi tidak terlalu signifikan, tetapi mengalami pertumbuhan rata-rata 2 persen pertahun. Rendahnya pertumbuhan ini disebabkan karena pengaruh inflasi yang tinggi selama periode tersebut sehingga nilai rill tidak meningkat secara cepat.
Tabel 12.
Perkembangan Nilai Investasi Yang Ditanamkan Di Kabupaten Solok Selatan
Tahun 2007-2011 (Milyar)
|
Investasi |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
|
Atas Dasar Harga Berlaku |
181,203 |
214,344 |
231,335 |
|
|
|
Atas Dasar Harga Konstan 2000 |
107,403 |
116,498 |
118,670 |
|
|
Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2011
Jika dilihat dari pelaku atau pihak yang menanamkan investasi dapat dilihat bahwa terjadi penurunan share dari investasi pemerintah yaitu dari 64,13 persen tahun 2005 menjadi 49,62 persen pada tahun 2009. Hal ini terjadi sebagai akibat dari meningkatnya investasi yang dilakukan oleh swasta dan masyarakat.
Tabel 13.
Distribusi Investasi Berdasarkan Pelaku Ekonomi
Di Kabupaten Solok Selatan
|
Pelaku Investasi |
2007 |
2008 |
2009 |
2010 |
2011 |
|
Pemerintah |
60,77 |
51,56 |
49,62 |
|
|
|
Swasta |
16,63 |
20,54 |
21,13 |
|
|
|
Masyarakat |
22,60 |
27,90 |
29,25 |
|
|
Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2011
Dilihat dari struktur investasi berdasarkan sektor investasi yang ditanamkan selama tahun 2009 dapat dilihat sektor pertanian masih mendominasi investasi yakni 40,04 persen. Hal ini disebabkan meningkatnya investasi di sub bidang pertanian yakni perkebunan. Selanjutnya diikuti oleh sektor Perdagangan, Hotel dan restoran yakni sebesar 16,80 persen, dimana investasi pada lapangan usaha ini berkembang mengikuti karakteristik daerah yang dominan pada sektor primer. Kegiatan investasi yang relatif kecil terjadi pada sektor listrik dan gas sebesar 1,13 persen, lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan sebesar 2,13 persen. Rendahnya investasi pada sektor tersebut disebabkan lambatnya perkembangan sektor sekunder dan tersier terutama pada kegiatan industri dan jasa.
Tabel 14.
Distribusi Investasi Menurut Lapangan Usaha
Di Kabupaten Solok Selatan
Tahun 2009 (Juta)
|
Lapangan usaha |
Total investasi |
% |
|
Pertanian |
92.626,62 |
40,04 |
|
Pertambangan dan penggalian |
16.980,00 |
7,34 |
|
Industri pengolahan |
21.282,84 |
9,20 |
|
Listrik,gas dan air minum |
2.614,09 |
1,13 |
|
Bangunan |
17.072,54 |
7,38 |
|
Perdagangan,hotel, dan restoran |
38.864,31 |
16,80 |
|
Pengangkutan dan komunikasi |
16.262,86 |
7,03 |
|
Keuangan,persewaan dan jasa perusahaan |
4.927,44 |
2,13 |
|
Jasa lainnya |
20.681,37 |
8,94 |
|
Total |
231.335,21 |
100 |
Sumber : BPPPMD Kabupaten Solok Selatan, Tahun 2010
1. PROFIL INVESTASI DAN POTENSI PERTAMBANGAN
2. PROFIL INVESTASI DAN POTENSI SUMBER DAYA AIR
