^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2017-07-21 12:16:09 - SMAN 5 Solsel Merintis Kelas Jauh di Sungai Kalu <0> 2017-07-21 12:14:16 - Tiga Kabupaten Pertanyakan Jalan Nasional Lubuk Selasih-Kerinci Ke Pusat <0> 2017-07-21 12:12:46 - Tiga Unit PLTA Bakal Dibangun di Solok Selatan <0> 2017-07-21 12:11:46 - Perdalam Sejarah, Uda Uni Solok Selatan 2017 Belajar ke Puti <0> 2017-07-21 12:10:51 - Belajar Dari Poskamling Sungai Aro Aie Angek, Poskamling Terbaik Se-Sumatera Barat <0>
 

BERITA FOTO

2017-07-19 : GEOPARK RANAH MINANG

GEOPARK RANAH MINANG GOA BATU KAPAL-SOLOK SELATAN

Anda berada di: Depan > Post
Pentingnya Keterlibatan Masyarakat Dalam Membangunan Pariwisata Solsel
Diposting pada: Kamis, 18/05/2017 | Hits : 61 | Kategori: Daerah
 

Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat, merupakan daerah yang dianugerahi potensi wisata yang luar biasa. Mulai dari wisata yang telah disediakan alam sampai dengan wisata budaya yang telah diwariskan oleh leluhur sebelumnya. Oleh karena itu menjadi kewajiban bersama untuk menjaga dan melestarikan potensi tersebut agar bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.

“Pembangunan kepariwisataan memerlukan dukungan dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan di bidang pariwisata. Masyarakat adalah salah satu unsur penting pemangku kepentingan bersama-sama dengan pemerintah dan kalangan usaha atau swasta bersinergi melaksanakan dan mendukung pembangunan kepariwisataan di Solok Selatan,” kata Bupati Solok Satan, Muzni Zakaria, diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Fidel Effendi, dalam kegiatan Bimbingan teknis dan pengembangan SDM dan profesionalisme bidang pariwisata di Hotel Pesona Sangir, Solsel. (17/5).

Ia menjelaskan, pengembangan pariwisata harus memperhatikan posisi, potensi dan peran masyarakat baik sebagai subjek atau pelaku maupun penerima manfaat pengembangan karena dukungan masyarakat juga dapat menentukan keberhasilan jangka panjang kepariwisataan Solsel.

“Dukungan masyarakat dapat diperoleh melalui penanaman kesadaran masyarakat tentang arti penting pengembangan kepariwisataan. Masyarakat yang sadar wisata akan memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai penting yang terkandung dalam sapta pesona,” katanya.

Sementara, Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Budiman, dalam paparannya menyebutkan pentingnya keterlibatan tiga pihak pemangku kepentingan dalam pembangunan kepariwisataan.
” Pemerintah, swasta dan masyarakat merupakan tiga pihak pemangku kepentingan yang berperan dalam pembangunan kepariwisataan,” paparnya.

Pemerintah sebutnya mempunyai tugas dan kewenangan menjalankan peran dan fungsinya sebagai fasilitator.
“Peran dan fungsi pemerintah sebagai fasilitator dalam membuat peraturan atau sebagi regulator dalam kegiatan pembangunan kepariwisataan,” katanya.

Selain itu, Kalangan swasta atau pelaku usaha industri pariwisata dengan sumber daya, modal dan jejaring yang dimilikinya.

“Swasta dengan sumber daya, modal dan jejaring yang dimilikinya menjalankan peran dan fungsinnya sebagai pengembang dan pelaksana pembangunan kegiatan kepariwisataan,” katanya.

Sedangkan masyarakat berperan sebagai tuan rumah juga sekaligus memiliki kesempatan sebagai pelaku pengembang pariwisata.

“Masyarakat dengan sumber daya yang dimiliki, baik berupa adat, tradisi dan budaya serta kapasitasnya berperan sebagai tuan rumah, tetapi juga sekaligus memiliki kesempatan sebagai pelaku pengembangan kepariwisataan sesuai kemampuan yang dimilikinya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, masyarakat menjadi pelaku penting yang harus terlibat secara aktif dalam proses perencanaan dan pengembangan kepariwisataan bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya yakni pemerintah dan swasta.

“Masyarakat memiliki peran dan tanggung jawab untuk bersama-sama mendorong keberhasilan pengembangan kepariwisataan di Solok Selatan,” jelasnya. (RH)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

GERAKANMAGZ

 

Posting Lainnya:

« Kembali