^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2017-07-21 12:16:09 - SMAN 5 Solsel Merintis Kelas Jauh di Sungai Kalu <0> 2017-07-21 12:14:16 - Tiga Kabupaten Pertanyakan Jalan Nasional Lubuk Selasih-Kerinci Ke Pusat <0> 2017-07-21 12:12:46 - Tiga Unit PLTA Bakal Dibangun di Solok Selatan <0> 2017-07-21 12:11:46 - Perdalam Sejarah, Uda Uni Solok Selatan 2017 Belajar ke Puti <0> 2017-07-21 12:10:51 - Belajar Dari Poskamling Sungai Aro Aie Angek, Poskamling Terbaik Se-Sumatera Barat <0>
 

BERITA FOTO

2017-07-19 : GEOPARK RANAH MINANG

GEOPARK RANAH MINANG GOA BATU KAPAL-SOLOK SELATAN

Anda berada di: Depan > Post
Pamer Produk Unggulan Di London, Ini Kisah Pengusaha Pengolahan Pohon Aren Asal Solsel
Diposting pada: Senin, 17/07/2017 | Hits : 9 | Kategori: Daerah
 

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Minang Palm Sugar merupakan salah satu kelompok pengusaha pengolahan pohon aren. Dalam waktu dekat, UMKM ini akan pamer produk unggulan mereka di Kota London, Inggris. Berikut kisahnya dirangkum kontributor HaloSumbar.com dari Kabupaten Solok Selatan.

Air nira dari pohon aren yang biasanya menjadi bahan untuk pembuatan tuak ternyata bisa dimanfaatkan untuk produksi gula aren yang sekarang banyak diminati oleh pasar, baik dalam maupun luar negeri.

Di Kabupaten Solok Selatan (Solsel) sendiri, terdapat potensi ribuan pohon aren yang bisa dimanfaatkan untuk itu.

Berdasarkan data yang dirangkum di lapangan, terdapat 3.103 batang pohon aren di tiga kecamatan, yakni KPGD, Sungai Pagu, dan Pauh Duo.

“Jumlah ini belum termasuk pohon aren yang berada di empat kecamatan lainnya di Solok Selatan,” terang Efendi Muharram, Pimpinan UMKM Minang Palm Sugar.

“Satu pohon itu bisa menghasilkan 15-20 liter perhari, bahkan bisa lebih. Tiap pohon akan terus berproduksi hingga 4-5 tahun ke depan. Satu liter air nira dari pohon aren dibandrol dengan harga Rp 4.000,” terangnya tentang potensi ekonomi pohon aren ke depan.

Menurut Efendi, terdapat empat aspek yang bisa dikembangkan dalam produksi gula aren ini. Yakni aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat, aspek lingkungan, aspek kesehatan, serta aspek sosial keagamaan.

Poin-poin tersebut diatas disampaikan ketika menerima kunjungan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar, Drs. Zulkifli, A.Pt dan jajarannya, Asisten I Setdakab Solsel, Fidel Efendi, Asisten II Epli Rahmat dan OPD terkait, serta puluhan petani aren di aula Kantor Camat Koto Parik Gadang Diateh (KPGD), Sabtu (15/7).

“Insyaallah produk pohon aren di Solok Selatan melalui UMKM Minang Palm Sugar akan ikut serta dalam acara Indonesian Weekend And Join Business yang dilaksanakan di Potters Field Park, London pada 21 hingga 23 Juli mendatang,” ujarnya.

Nantinya, Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh KBRI London yang didukung oleh Kementerian Pariwisata, Pendidikan dan kebudayaan, Perindustrian dan Koperasi UMKM Republik Indonesia.

Kedatangan rombongan BPOM sendiri dimaksudkan untuk memastikan standar kebersihan proses pembuatan produk gula aren ini.

“Karna produk ini akan dibawa keluar negeri mewakili Indonesia, maka kita ingin langsung melakukan pemeriksaan ke lapangan,” ujar Kepala BPOM.

Asisten II Setdakab Solsel, Epli Rahmat, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih dari Pemkab Solsel atas kerja keras yang dilakukan UMKM Minang Palm Sugar.

“Inilah karya nyata pelaku ekonomi kita di Solok Selatan yang telah ikut berpartisipasi dalam pemberdayaan masyarakat,” sebut Epli.

“Pohon aren dulunya tidak terperhatikan, cenderung dianggap kurang berguna. Kini telah mampu dimanfaatkan airnya untuk diproduksi langsung disini (KPGD) hingga dalam bentuk kemasan yang siap dipasarkan,” terangnya.

Hal positif lainnya, sambung dia, yang sebelumnya mungkin menjual air nira ke pembuat tuak, sekarang tidak perlu lagi.

Karna kedepannya Minang Palm Sugar siap menampungnya untuk dijadikan Gula Aren. Sehingga potensi kemaksiatan pun menjadi berkurang.

“Kita doakan dan kita dukung bersama agar UMKM ini semakin berkembang kedepannya,” ucap Asisten Bidang Perekonomian ini mengakhiri.












 

 

HALOSUMBAR.COM

 

Posting Lainnya:

« Kembali