Satu per satu pasar tradisional yang ada di Kabupaten Solok Selatan mulai dibenahi. Ini merupakan salah satu upaya menggairahkan perekonomian masyarakat dan pedagang kecil.
Dua tahun lalu, Pemkab Solok Selatan berhasil merelokasi pedagang Pasar Muaralabuh ke tempat yang dinilai lebih nyaman dan tertib, yakni di Kampungpalak, Kecamatan Sungaipagu. Mujur, relokasi berjalan aman tanpa persoalan. Meskipun, pasca hijrah ke pasar baru, pedagang cukup jamak yang mengeluh masalah infrastruktur pasar yang belum memadai. Dalam waktu dekat, Pemkab setempat juga berencana akan merelokasi Pasar Padangaro.
Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman mengungkapkan saat ini tengah dibangun pasar Padangaro yang baru, berlokasi sekitar satu kilometer dari pasar lama. Lokasi pasar baru memang cukup representatif. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat pasar yang baru sudah bisa ditempati dan relokasi dapat segera dilakukan,” ujarnya.
Beralihnya lokasi Pasar Padangaro, kata Wabup, nantinya juga akan turut mendukung kelancaran lalu lintas. Sebab, Pasar Padangaro yang masih ditempati sekarang, terletak di pinggir jalan raya. Otomatis, pasar tumpah tak bisa dihindarkan. Terlebih, ketika hari pasar yakni setiap Rabu. Ruas jalan di jantung ibukota kabupaten itu, macet.
Saat ini terdapat lima pasar tradisional di Solsel yang berada di pinggir jalan raya, yang menyebabkan terjadinya pasar tumpah karena kelebihan kapasitas.
Antara lain, Pasar Sungaikalu Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) setiap Jumat, Pasar Pakanrabaa Kecamatan KPGD setiap Rabu, Pasar Pakansalasa Kecamatan Pauhduo setiap Selasa, Pasar Liki Kecamatan Sangir setiap Jumat dan Pasar Padangaro Kecamatan Sangir setiap Rabu. Sumber: Padang Ekspres
