^ Ke Atas
 
 
Anda berada di: Depan > Post
Tiga Rumah Guru Terbakar
Diposting pada: 2011-11-16 09:04:45 | Hits : 114 | Kategori: SKPD
 

Akibat Lilin Terjatuh, Listrik Mati sejak Sore

Tiga rumah dinas guru SD 10 Rimbotangah, Lubukgadang Kecamatan Sangir, Kabupaten  Solok Selatan (Solsel), sekitar pukul 00.00 Selasa (15/11), hangus dilalap api. Rumah petak berukuran masing-masingnya 3x8 meter persegi itu, dihuni tiga kepala keluarga. Antara lain, Mulyadi, 38 penjaga SD, Pitrida Royani, 28 dan Sri Rahayu, 25, guru SD 10 Rimbotangah.

Guru dan Semua anggota keluarganya berhasil selamat, tapi kerugian harta benda yang diderita mencapai puluhan juta rupiah. Saat ini, ketiganya untuk sementara diungsikan ke rumah kepala sekolah.


Belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Namun, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel Mukhnizen menyebutkan, kebakaran terjadi akibat lilin atau lampu togok dari salah satu rumah guru. ”Kemarin itu, sejak sore hari hingga malam listrik mati dan salah satu guru menghidupkan lilin. Namun, lilin kemudian jatuh, di bawah ada kertas, lantas terbakar,” ujar Mukhnizen.


Saat api berkobar, SD 10 Rimbotangah yang hanya berjarak beberapa meter, juga nyaris dilahap di jago merdah. Beruntung tim pemadam kebakaran cepat datang dan berhasil menjinakkan api setelah 15 menit berkobar. Hanya saja, akibat panasnya api dari rumah petak yang terbakar, kaca jendela SD 10 pecah. ”Karena terlalu panas, sebanyak 17 kaca berlubang dan pecah,” tandas Mukhnizen.


Lebih lanjut dia menyebutkan, bangunan SD 10 Rimbotangah berhasil diselamatkan, tidak terlepas dari kerja keras petugas pemadam kebakaran dan masyarakat setempat. Saat armada pemadam kebakaran tiba, warga yang sedang berkerumun menghindar, sehingga petugas dapat lebih leluasa melakukan tindakan penanganan darurat. Selang pengalir air bergerak bebas, dan pertolongan pun menjadi lebih cepat dan tepat.


”Langkah pertama yang kita lakukan, menyelamatkan dan menyiram dulu sekeliling bangunan yang belum terbakar, agar api tidak menyambar pada bangunan yang belum terbakar. Kemudian barulah objek yang terbakar kita siram,” jelasnya.


Sejak Januari 2011 hingga sekarang, BPBD Solsel mencatat telah terjadi 23 kasus kebakaran. Sedangkan dalam dua bulan terakhir, sedikitnya telah terjadi 14 kasus kebakaran. Selasa Pagi, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria dan Wakil Bupati Solsel, Abdul Rahman langsung datang ke lokasi, menyambangi warga yang ditimpa musibah kebakaran.


Bupati juga menyerahkan bantuan sembako, peralatan memasak, selimut dan kebutuhan pangan lainnya. Sumber : Padang Ekspres

 

Posting Lainnya:

« Kembali