CEGAH PENCURIAN, DPRD: BUAT POS LALU LINTAS HEWAN TERNAK

DISKOMINFO SOLOK SELATAN Minggu, 03/07/2016 Daerah 321 hits

Wakil Ketua DPRD Solok Selatan, Sumatera Barat, Armen Syahjohan mendesak pemerintah setempat untuk segera membuat pos pemeriksaan lalu lintas hewan ternak.

"Pos ini selain untuk memeriksa kesehatan hewan ternak, juga sebagai upaya menekan dan mencegah pencurian ternak," katanya di Padang Aro, Jumat.

Ia menyebutkan dirinya memperoleh informasi bahwa dalam beberapa minggu ini telah terjadi pencurian dua ekor kerbau di Nagari Bomas, Kecamatan Sungai Pagu.

Modus pencurian itu dengan menyembelih hewan ternak tersebut di lokasi pencurian dan hanya membawa dagingnya saja.

"Pos ini sudah urgen, apalagi kondisi ekonomi sekarang yang kurang stabil," ujarnya.

Menurutnya lokasi yang tepat untuk pembuatan pos pemeriksaan lalu lintas hewan ternak ini berada di daerah perbatasan, seperti perbatasan Kerinci, Jambi, lalu perbatasan Kabupaten Dharmasraya dan daerah Balun Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh.

Untuk mengetahui asal hewan ternak yang dibawa keluar Solok Selatan, sebutnya, petugas harus meminta surat asal usul hewan ternak tersebut.

"Masalah anggaran, kami di DPRD siap menyetujuinya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Solok Selatan, Del Irwan, menyebutkan pihaknya telah merencanakan tahun 2017 akan membuat pos cek poin lalu lintas ternak.

Pos tersebut rencanakan ditempatkan di Balun dan perbatasan dengan Kabupaten Kerinci, Jambi.

"Nantinya petugas kami akan kami sinergikan dengan personel Dinas Perhubungan," katanya.

Ia menerangkan pembuatan pos cek poin lalu lintas ternak ini sebagai upaya untuk mengantisipasi masuknya hewan ternak berkaki empat, seperti sapi, kambing dan kerbau, yang sakit ke Solok Selatan.

Pemeriksaannya dengan meminta surat keterangan kesehatan hewan oleh pedagang yang membawa hewan ternaknya ke Solok Selatan.

"Hewan ternak dari Solok Selatan juga harus membawa surat keterangan kesehatan. Surat ini bisa diminta kepada petugas kesehatan hewan setelah dilakukan pemeriksaan," lanjutnya.

Ia menyebutkan hewan ternak, khususnya sapi, yang masuk ke Solok Selatan berasal dari pasar ternak Palangki, Kabupaten Sejunjung dan Muaro Paneh Kabupaten Solok.

Sementara bagi ayam pedaging, sebutnya, tidak perlu membawa surat keterangan kesehatan. "Kalau ayam itu sakitnya secara komunal. Ibaratnya satu sakit, sekandang itu berpotensi besar juga sakit. Dan pemeriksaannya juga lebih mudah," terangnya.

Keberadaan pos cek poin lalu lintas ternak ini, katanya, juga untuk melakukan pendataan berapa jumlah hewan ternak yang masuk dan keluar dari Solok Selatan.

"Karena pos cek poin lalu lintas ternak selama ini belum ada, data hanya kami minta kepada pedagang sapi yang ada di Solok Selatan," katanya. (*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ANTARASUMBAR

: tanpa label