UMKM HARUS DIBERDAYAKAN SECARA SERIUS

Admin Selasa, 24/01/2012 Umum 1295 hits

UMKM Harus Diberdayakan Secara Serius

Tanggal 19 January 2012

Padang – Singgalang

Masyarakat Sumbar pada umumnya dan Kota Padang khususnya identik dengan bidang perdagangan karena sebagian besar masyarakat setempat terkenal dengan jiwa kewirausahaannya. Jika potensi mereka diberdaya kan, maka keberadaannya diharapkan bisa menjadi ujung tombak perekonomian daerah.

Demikian pandangan Andre Rosiade, pengusaha muda nasional yang juga Ketua Gerakan Ayo Jadi Pengusaha Wilayah Sumbar BPD HIPMI Sumbar, dalam perbincangannya dengan Singgalang di Padang, Rabu (18/1). Andre mengatakan, potensi dagang itu terlihat dari pergerakan sektor Usa ha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Di Sumbar diperkirakan lebih dari 40 ribu UMKM. Sementara jum lah UMKM di Padang tercatat 5.722 (data Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang 2010)
Namun dalam perkem bangan UMKM tersebut, kata nya, masih menghadapi berbagai kendala dalam menggerakkan perekonomian regional. Permasalahan yang dihadapi antara lain rendah nya kemampuan manajemen, akses modal, serta teknologi.
Sehubungan dengan hal itu, katanya, perlu ada peran aktif secara berkelanjutan dari Pemko Padang dalam hal ini Dinas Koperasi dan UMKM Kota Padang, serta sektor perbankan untuk memberdayakan mereka. “Mereka harus dibina ma najemennya, sehingga dapat mengelola usaha se cara benar dan bisa mengem bang kan usahanya. Tidak hanya dibina manajemennya dan memberikan akses pa sar, dari segi permodalan juga harus dibantu melalui Dinas Koperasi dan UMKM setempat,” katanya.
Di samping itu, bank-bank yang beroperasi di Kota Padang juga harus membe rikan perhatian dan keber pihaknnya kepada sektor UMKM.”Nah, kan sudah ada program Kredit Usaha Rak yat (KUR). Untuk menda patkan KUR, sesuai amanah pemerintah bagi usaha mik ro tidak perlu lagi ada jamin an, yang penting adalah kepercayaan dan pembinaan dari bank. Oleh karena itu amanah pemerintah juga harus dijalankan secara baik dan tidak boleh ada birokrasi yang berbelit-belit sehingga akan membuat usaha mikro enggan untuk berurusan dengan bank,” jelas alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti ini.
Untuk soal teknologi dan pemasaran, mereka juga harus dibina, sehingga bisa melahirkan produk-produk yang dikemas secara baik dan berdaya saing. Untuk itu, akses pasar mereka harus dipermudah. Dan, Pemko mesti membantu pemasaran produk-produk UMKM setem pat. “Jika beberapa langkah itu dilakukan secara serius dan secara berkelanjutan, bukan tidak mungkin ke depan Padang akan terkenal sebagai kota Perdagangan dan jasa, karena punya sejumlah infrastruktur, seper ti adanya Pelabuhan Teluk Bayur, trans portasi darat dan laut, serta infrastruktur jalan, yang dapat memper mudah arus barang, jasa dan manusia,” katanya.
“Sekali lagi, harus ada keberpihakan Pemko kepada sektor UMKM. Ingat, bahwa sektor tersebut pernah men jadi ujung tombak perekonomian bangsa pada masa Indonesia dihantam krisis ekonomi dan moneter 1997/1998. Jika ingin mening katkan pertumbuhan ekono mi daerah, mereka harus diberdayakan,” tekan Andre yang memimpin sejumlah perusahaan yang bergerak pada multi usaha di Jakarta dan Padang.

: tanpa label