MITRA KERINCI RENCANA BANGUN PLTA, INI NASIB AIR TERJUN TANGSI AMPEK

Admin Rabu, 11/10/2017 SKPD 22 hits

Mitra Kerinci Rencana Bangun PLTA, Ini Nasib Air Terjun Tangsi Ampek

Air Terjun Tangsi Ampek, Foto : Internet

Padang Aro (radiotemansejati) – PT Mitra Kerinci (MK) melalui anak usahanya PT. Rajawali Liki Energi (RLE) bekerjasama dengan PT. Brantas Energi berencana mendirikan 3 unit Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan total daya 15,6 MW.

“Pembangunan 3 unit PLTA tersebut berada di Aliran Sungai Lambai sebanyak 2 unit, dan di Aliran Sungai Blangir sebanyak 1 unit,” ujar Direktur PT RLE, Ondi pada Rapat Kerangka Acuan Amdal (Analisa Dampak Lingkungan) Rencana Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Liki di Padang Aro, Selasa (10/10/2017).

Pembangunan tiga unit PLTA ini dikhawatir oleh masyarakat akan berdampak pada beberapa air terjun yang terdapat pada aliran sungai lambai yaitu Air Terjun Tangsi Tiga, Air Terjun Tangsi Ampek, dan Air Terjun lainnya di kawasan Korong Wonorejo.

Hal ini dikatakan oleh Asisten II Kabupaten Solok Selatan, Epli Rahmat pada kesempatan yang sama “jangan sampai pembangunan PLTA ini menggangu debit air terjun. Karena air terjun tersebut juga memiliki nilai ekonomi pariwisata yang sangat bagus,” ujarnya.

Penanggung jawab Konsultan, PT Batara Citra Mandiri, Zul Adri mengatakan di Aliran Sungai Lambai sengaja dibuat dua unit PLTA. “Keluaran air dari Power House (generator) PLTA Sungai Lambai 1 sebelum Air Terjun Tangsi Ampek, lalu melewati Air Terjun dan akan masuk kembali ke PLTA Sungai Lambai Unit 2,” ujarnya

“dengan desain ini debit aliran air yang melewati Air Terjun Tangsi Ampek masih aman dan seperti adanya saat ini,” tambahnya,

Begitu juga Air Terjun Kembar, Bangun Rejo yang berada di Aliran Sungai Blangir tidak mengalami gangguan debit, “Kami bangun PLTA Blangir diatas Air Terjun Kembar, jadi debit air di air terjun tersebut tetap terjaga,” tuturnya.

Untuk lebih jelas klik gambar di bawah :

Grafis Lokasi PLTA PT Rajawali Liki Energy

Namun menurut Kepala Seksi (Kasi) Kawasan Strategis dan Destinasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Aig Wadenko Pembangunan Unit Sungai Lambai 1 akan menggangu debit air di Air Terjun Tangsi Tiga.

“Posisi Bendungan PLTA Sungai Lambai 1 berada di atas Air Terjun Tangsi Tiga dan keluaran Power House (generator)-nya  berada dibawah air terjun tersebut, hal ini akan mengakibatkan kecilnya debit air yang mengalir di Tangsi Tiga,” ujarnya.

“selain itu air terjun yang banyak terdapat di korong wonorejo akan terancam dengan adanya PLTA Sungai Lambai unit 2, karena bendungan di atas wonorejo dan keluarannya berada di bawah wonorejo, dan berpotensi menggangu PLTMH Wonorejo saat ini,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan oleh Tenaga Ahli Konsultan Bidang Teknik Sipil, Bayu Arga. “dari 100% debit yang ada di sungai tersebut, 95% masuk ke PLTA Sungai Lambai 1 dan 5% akan tetap melalui sungai,” ujarnya.

“Saat ini debit air sungai lambai rata-rata setiap tahunnya adalah 5 m3/detik. Akan digunakan untuk PLTA Sungai Lambai 1 sebesar 4 m3/detik, dan sisanya akan tetap melalui sungai untuk tetap menjaga habitat dan ekosistem yang ada” tambahnya.

Untuk Korong Wonorejo, Ondi telah menawarkan tiga opsi yaitu yang pertama apabila debit air cukup maka tidak akan dirubah, opsi kedua seandainya debit air tidak terpenuhi maka listrik akan di supply dari liki energy dan opsi ketiga apabila debit air tetap tidak terpenuhi Liki Energy akan coba mengeser PLTMH Wonorejo diposisi setelah Power House Sungai Lambai 2.

“Kami yakin dengan menggabungkan PLTA Liki, air terjun tangsi ampek, kebun teh, dan gunung kerinci akan menjadi sebuah Ekowisata yang sangat bagus dari pada yang ada saat ini,” yakin Ondi

Air Terjun Tangsi Tiga Solok Selatan

Air Terjun Tangsi Tiga Solok Selatan


http://radiotemansejati.com/2017/10/10/mitra-kerinci-rencana-bangun-plta-ini-nasib-air-terjun-tangsi-ampek/

: tanpa label