Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat melarang masyarakat setempat menangkap ikan dengan racun atau sejenisnya, karena bisa merusak ekosistem di perairan.

"Menangkap ikan dengan menggunakan racun merusak ekosistem dan ikan sungai jenis tertentu juga bisa punah," kata Wakil Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman di Padang Aro, Jumat.

Pemerintah setiap tahun menyalurkan bantuan bibit ikan kepada masyarakat baik yang dilepas di sungai maupun di kolam, dan harus dijaga dengan baik.

Dia berharap bantuan yang diberikan kepada masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para penerima manfaat, sehingga bisa membantu perekonomian mereka.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menargetkan bisa menebar 2,5 juta bibit ikan air tawar sepanjang 2018 guna meningkatkan produksi.

Kapala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Solok Selatan Del Irwan mengatakan, bibit ikan yang ada diutamakan penyalurannya melalui kelompok tani dan juga perairan-perairan umum.

Dia menjelaskan penyebaran jutaan bibit ikan ini untuk mengurangi ketergantungan Solok Selatan terhadap pasokan ikan dari luar daerah.

"Kami terus berupaya agar Solok Selatan dapat terus memproduksi ikan, minimal bisa memenuhi kebutuhan dalam daerah sendiri," ujarnya.

Pada 2017 pemerintah setempat menebar lebih dari dua juta ekor bibit ikan air tawar.

Untuk daerah Solok Selatan bibit ikan yang disebar adalah jenis nila dan rayo serta satu jenis ikan sungai khas daerah itu gariang.

Solok Selatan memiliki banyak sungai dan sangat potensi untuk pengembangan ikan air tawar.

Sekarang hampir setiap nagari memiliki kawasan ikan larangan di sungai, dan bibitnya diberikan oleh pemerintah. (*)







https://sumbar.antaranews.com/berita/220022/pemkab-solok-selatan-larang-masyarakat-menangkap-ikan-dengan-racun.html