Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang dikelola oleh Bhayangkari Solok Selatan, Sumatera Barat mengembangkan usaha teh hijau dan putih yang bekerja sama PT Mitra Kerinci.

Ketua Bhayangkari Cabang Solok Selatan, Dania Nurdin, di Padang Aro, Kamis, mengatakan, pengolahan ini diberi merek "Teh Bunda" dan ini bentuk pengembangan usaha UMKM Bahayangkari yang bekerjasama dengan perusahaan teh PT Mitra Kerinci, yang merupakan anak Perusahaan Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI).

"Pemasaran teh Bunda dikelola oleh angota Bhayangkari baik pemasaran secara `offline` maunpun melalui daring," katanya.

Dia mengatakan untuk kualitas teh terbaik di dunia yakni teh putih nanti di pasaran akan dirilis dengan harga yang kompetitif.

Harga teh putih di pasaran saat ini, katanya, dibandrol sekitar Rp300 ribu per 100 gram dan pihaknya akan memberikan harga terbaik di bawah pasaran saat ini.

Teh putih dan hijau memiliki keunggulan dan khasiat kesehatan yang baik mulai dari memperbaiki detox tubuh, kebutuhan diet, kesehatan kulit dan lainnya.

"Kami berharap kedua produk ini akan menjadi ikon terbaik UMKM Bhayangkari Solok Selatan," ujarnya.

Sementara itu, Manager Marketing PT Mitra Kerinci, Boy Risnal menjelaskan, kerja sama yang dijalin antara Bhayangkari Cabang Solok Selatan dengan pihaknya telah lama direncanakan.

"Karena ada kendala teknis selama ini makanya baru sekarang terwujud," ujarnya.

Kedua teh yang diberi nama Teh Bunda ini merupakan teh pilihan terbaik yang diproduksi oleh PT Mitra Kerinci.

"Kedua jenis ini merupakan kualitas internasional yang biasa kita pasarkan di luar negri," katanya.

Sebelumnya kedua produk ini tidak dipasarkan untuk Indonesia dan untuk membantu pengembangan UMKM yang dikelola oleh Bhayangkari Solok Selatan. PT Mitra Kerinci memproduksi khusus.

Untuk jenis teh hijau yang diberikan merupakan jenis teh oloong yang biasa di pasarkan di Taiwan dan negara lainnya di asia.

Teh oloong ini memang memiliki kemiripan dengan teh hijau biasa namun memiliki perbedaan.

Dari rasanya saja sudah jauh berbeda karena teh hijau biasa memiliki rasa pahit sementara untuk jenis teh oloong ini tidak serta memiliki khasiat yang banyak.

Sementara, untuk produk teh putih merupakan standar produksi yang dipasarkan di mancanegara.

Kedua teh tetbaik milik PT Mitra Kerinci hanya memiliki lahan seluas 20 hektare untuk produksinya.

Oleh karena itu produksi jenis teh ini terbatas dengan harga yang relatif mahal sehingga menyasar konsumen khusus," katanya.

Kedua produk teh ini merupakan produk teh yang biasa di ekspor ke mancanegara dan tidak untuk di jual di Indonesia.

"Produk ini untuk pertama kalinya di pasarkan di Indonesia dan itu hanya khusus diproduksi UMKM Bhayangkari Cabang Solok Selatan," katanya.