Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mendorong kaum perempuan melestarikan pakaian adat dan memperkenalkannya pada generasi muda dan wisatawan.

"Pakaian adat Minangkabau yang khas harus dilestarikan, warisan budaya ini harus dijaga kaum wanita dengan berpakaian selayaknya wanita Minangkabau agar ciri khas ini tidak hilang," kata Bupati Solok Selatan, Muzni Zakaria pada pembukaan lomba desain dan parade baju kuruang basiba di Padang Aro, Senin.

Menurut dia dengan mengenalkan tradisi dan budaya lokal melalui berpakaian khas daerah dalam berbagai cara merupakan salah satu langkah dalam promosi wisata Solok Selatan.

Ia berharap melalui gelaran lomba desain dan parade baju kuruang basiba ini dapat menjadi daya tarik bagi wisatwan luar Solok Selatan untuk datang berkunjung.

Baju kuruang basiba merupakan pakaian kaum perempuan Minangkabau yang sudah dikenal identitasnya.

Baju kuruang ini adalah pakaian Bundo Kanduang sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang. Busana yang dipakai oleh Bundo Kanduang bukan hanya sekedar busana, akan tetapi di baliknya ada makna simbolik yang syarat dengan nilai-nilai yang pada gilirannya dijadikan acuan dalam kehidupan.

Nilai luhur yang terkandung dalam pakaian adat ini adalah kepemimpinan, keteguhan, kebertanggungjawaban, kebijaksanaan, kehematan, kerja keras, ketauladanan, ketakwaan, pengayoman serta ketaatan.

Lomba yang dilaksanakan Dekranasda ini bertujuan untuk menggali potensi pengrajin yang berbakat untuk terus dibina oleh Dekranasda dan pemenangnya akan dibina lansung oleh desainer terkenal di Sumatera Barat yaitu Ibu Novia Hertini.

Ketua Dekranasda Solok Selatan, Suriati Muzni mengatakan perkembangan ilmu tentang fashion dan desain sudah semakin banyak dan bervariasi, ini bisa dilihat melalui media elektronik maupun daring.

Dia mengatakan Dekranasda sudah banyak melihat potensi-potensi perajin Solok Selatan yang berbakat, akan tetapi belum tersalurkan dalam kompetisi.

"Dengan lomba ini Dekranasda menghimpun perajin-perajin yang berbakat tersebut untuk selanjutnya diberikan pembinaan agar lebih baik lagi," ujarnya.

Ia menyebutkan Dekranasda di samping melakukan pembinaan juga mencarikan peluang-peluang baru untuk mempromosikan produk dari perajin, sehingga bisa diterima pasar dengan mutu dan kualitas yang bagus.

Dekranasda sudah melakukan kerja sama dengan desainer Novia Hertini sampai empat bulan ke depan, dan peserta akan dibina untuk menghasilkan rancangan dan desain terbaru yang dipersiapkan untuk Minang Fashion Heritage di Surabaya bulan September 2018 dengan 10 buah baju.

Bagi peserta yang jadi juara dan masuk nominasi akan dibina dan dididik untuk terus belajar mengembangkan potensi. (*)