Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Masyarakat Solok Selatan diajak agar lebih peduli dengan kebersihan lingkungan karena dengan tidak membuang sampah sembarangan mengingat jumlah petugas kebersihan masih sedikit.

"Kami sudah sering mensosialisasikan budaya buang sampah ditempatnya tetapi sampai saat ini kesadaran masyarakat masih jauh dari kata peduli seperti buang sampah sembarangan dan sebagian besar mereka hanya mengandalkan kebersihan yang jumlahnya terbatas," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Solol Selatan, Jon Kapi, di Padang Aro, Senin.

Dia mengatakan, sekarang bila ada sampah yang berserakan maka kesalahan itu dibebankan kepada petugas kebersihan.

Kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tugas petugas kebersihan melainkan tanggung jawab bersama.

Dia mengakui pihaknya kekurangan petugas kebersihan untuk menjangkau seluruh daerah.

Sekarang tenaga kontrak daerah khusus kebersihan hanya 59 orang dan PNS sebanyak 37 orang dan disebar di dua lokasi yakni Sangir dan Muaralabuh.

Sedangkan sarana pendukung juga belum memadai seperti amrol baru tiga unit dari 15 unit yang dibutuhkan, selanjutnya truk pengangkut baru satu unit dan idealnya lima unit kebutuhan.

"Dengan kondisi saat ini kesadaran masyarakat untuk ikut berperan serta dalam menjaga kebersihan lingkungan sangat penting," ujarnya.

Pihaknya saat ini tengah berupaya menciptakan lingkungan yang bersih dan hijau untuk berpartisipasi dalam gerakan bertajuk "Sumbar Bersih dan Hijau".

Untuk mendapat pengakuan dari pemerintah provinsi dalam program tersebut maka perlu kerja sama dan dukungan seluruh pihak.

Untuk mencapainya pihaknya akan menggerakkan program sejuta bibit untuk ditanam di titik penilaian dan titik pemantauan tim gerakan Sumbar bersih dan hijau. (*)