Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Kepala Divisi SP PUR Layanan dan Administrasi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Rihando mengatakan penerapan transaksi nontunai untuk restoran, hotel dan pusat perbelanjaan bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Jika restoran dan pusat perbelanjaan menerapkan transaksi nontunai, maka pajaknya langsung masuk ke kas daerah, dan tidak bisa dimanipulasi sehingga bisa meningkatkan PAD," katanya pada sosialisasi penerapan pembayaran non tunai kepada seluruh organisasi perangkat daerah Solok Selatan, di Padang Aro, Jumat.

Ia mengatakan pemerintah daerah harus bisa melihat potensi ini, karena menjadi salah satu sektor penerimaan yang bisa dioptimalkan.

Sebagai contoh pelanggan rumah makan yang mencapai 50 orang sehari, bisa saja dilaporkan hanya 10 orang, sedangkan bila nontunai diterapkan tidak bisa menipu, dan pajaknya langsung masuk ke kas daerah.

"Saran kami pemerintah daerah mengoptimalkan PAD dengan bekerja sama dengan bank yang dipilih," katanya.

Pihak Bank Indonesia juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait manfaat menggunakan transaksi nontunai.

Kemudahan transaksi nontunai bisa dilakukan di mana saja, asalkan ada sinyal dan saldo di dalamnya.

"Transaksi non tunai ini ibaratnya kita punya bank sendiri, karena bisa digunakan kapan saja," ujarnya.

Pemerintah daerah juga harus menjalin koordinasi dengan provider untuk meningkatkan kualitas sinyal supaya pembayaran nontunai ini berjalan baik.

Sementara itu Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Solok Selatan, Irwanesa mengatakan untuk menerapkan pembayaran non tunai infrastruktur dari bank harus disiapkan terlebih dahulu.

"Kami akan meminta dukungan perbankkan agar ini bisa berjalan lancar dan PAD kita meningkat," katanya. (*)