Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) membatasi pendakian Gunung Kerinci jalur Solok Selatan, Sumatera Barat sebanyak 50 orang perhari pada kondisi normal, dan wajib memberitahukan tiga hari menjelang pendakian.

"Pemberitahuan ini penting supaya tidak terkendala pengurusan surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi),"kata Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar, Yunaidi di sela acara pelatihan pengelolaan ekowisata berbasis masyarakat kepada pemandu pendakian Gunung Kerinci di Padang Aro, Kamis.

Ia menyebutkan waktu pendakian juga dibatasi maksimal empat hari naik sampai turun, karena kondisi alam di kawasan itu tidak menentu.

Pembatasan pendakian lewat Solok Selatan katanya, demi keselamatan pendaki karena akan lebih mudah memantaunya.

"Memang akan ada antreanpendaki namun itu akan membuat pengunjung semakin penasaran," katanya.

Pengurusan simaksi bisa dilakukan di Kantor Wilayah II Sumbar di Kota Padang, kantor Balai Besar di Sungai Penuh, dan Kantor Seksi IV di Solok Selatan.

"Khusus pendaki mancanegara simaksinya harus dari Balai Besar TNKS," ujarnya.

Untuk menghindari pendaki tersesat pihaknya akan memperjelas dan memperbanyak rambu pendakian dari Solok Selatan.

Untuk jalur pendakian dari Solok Selatan ujarnya, sulit untuk dijadikan zona pemanfaatan, sebab berada dalam kawasan rimba sehingga setiap pendaki harus mengurus simaksi.

Saat ini Solok Selatan menjadi daerah percontohan pengelolaan ekowisata di kawasan TNKS.

"Solok Selatan menjadi lokasi pengelolaan ekowisata di kawasan TNKS di Sumbar, dan sekarang kami juga sedang mengembangkannya di Pesisir Selatan pada air terjun Lumpo," katanya.

Untuk pengembangan air terjun Lumpo di Pesisir Selatan sekarang baru sampai desain tapak.

Dia mengatakan, pelatihan kepada pemandu gunung ini guna penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) pemanduan agar lebih tertib.

"Tujuannya agar pemandu memahami tata cara pemanduan yang dilegalkan TNKS, dan semua tamu yang berkunjung harus mematuhinya," ujarnya.

Dia mengatakan pemadu pendakian gunung akan diverifikasi lagi sesuai SOP TNKS, seperti memiliki lisensi dan sertifikat, dan sudah memiliki izin dari Balai Besar TNKS. 

Dia menambahkan dengan ekowisata ini maka bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Solok Selatan sebab mereka bisa memanfaatkannya untuk usaha baru.

Sebagai contoh katanya, membuat homstay disekitar lokasi dan itu tidak harus permanen asalkan bersih. (*)