Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat memberikan pelatihan motivasi kepada 100 orang calon wirausaha muda agar mampu bekerja secara kompeten, profesional dan produktif, Senin.

"Dalam dunia kerja motivasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan karir dan prestasi sedang bagi pengusaha diperlukan untuk mengembangkan usahanya", kata Sekretaris Daerah Solok Selatan Yulian Efi saat pembukaan pelatihan Achievment Motivation Training (AMT), di Padang Aro.

Menurut dia, motivasi dalam meningkatkan prestasi dan karir juga dibutuhkan oleh buruh, karyawan maupun pengusaha.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Desember 2017 tingkat pengangguran terbuka Solok Selatan 5,54 persen dengan tingkat partisipasi angkatan kerja 69,19 persen.

"Itu berarti kami memiliki tugas berat dalam hal mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan kedepannya," katanya.

Dia menyebutkan, pelatihan wirausahawan baru akan membuka lapangan kerja baru dengan tujuan mengurangi pengangguran.

"Tidak mungkin pemerintah daerah hanya mengandalkan sektor formal dalam mengatasi pengangguran sehingga pelatihan-pelatihan yang diberikan bisa membuka lapangan kerja baru," ujarnya.

Untuk mengurangi angka pengangguran, pemerintah setempat melakukan berbagai upaya diantaranya dengan melahirkan pengusaha baru melalui pelatihan. 

Dengan memberikan pelatihan dan motivasi bagi wirausaha muda akan mampu menyerap tenaga kerja baru di Solok Selatan dengan harapan bisa mengurangi pengangguran.

Dia berharap berbagai program pelatihan yang diberikan pemerintah dapat menjadi momentum bagi wirausaha muda di Solok Selatan untuk mengembangkan potensi diri sesuai dengan bakat dan kemampuannya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Solok Selatan, Basrial mengatakan, pelatihan motivator bagi wirausaha muda merupakan yang kedua kali diadakan, dengan pembicara yaitu Royke Sahetapy.

Untuk pelatihan yang kedua ini katanya, merupakan merupakan peserta yang memang punya minat dan bakat dalam wirausaha.

Ia berharap, 50 persen dari peserta pelatihan bisa menjadi pengusaha-pengusaha baru terlatih dan siap bersaing sehingga bisa membantu pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru dan mengurangi angka pengangguran. (*)