Padang, (Antaranews Sumbar) - Pengembangan budi daya tanaman jenis rempah, kapulaga di salah satu penghasil rempah itu Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, belum tersentuh program pemerintah.

"Dalam dua tahun ini belum ada program dari pemerintah untuk pengembangan kapulaga," ujarnya Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Solok Selatan Risa Herfina saat dihubungi dari Padang, Kamis.

Menurut data, sebutnya di daerah pemekaran dari Kabupaten Solok Selatan hingga Januari 2018 terdapat tanaman kapulaga mencapai 1,5 juta batang dengan produksi 3,39 ton.

Karena belum tersentuh program pemerintah, sebutnya pembudidayaan kapulaga masih sebatas tanaman sambilan.

"Yang menanam ya masyarakat yang biasa menanam, karena memang belum ada program perintah ke situ (kapulaga)," ujarnya.

Pengembangan melalui program pemerintah, sebutnya ditandai dengan adanya permintaan petani dengan pengajuan proposal.

"Sampai sekarang tak ada petani yang mengajukan proposal untuk mengembangkan kapulaga," ujarnya.

Dengan belum adanya masyarakat yang mengajukan proposal menandakan belum masyarakat yang berniat membudidayakan tanaman kapulaga secara serius.

Terkait pasar, sebutnya, selain dijual ke pengepul, kapulaga hasil petani Solok Selatan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal.

"Tidak ada penjualan besar-besaran," ujarnya.

Ia menyebutkan masyarakat menanam suatu komoditas tergantung dengan permintaan pasar. "Memang ada pasar, tapi tidak besar," ujarnya. (*)