Padang Aro, (Antaranews Sumbar) - Delapan formasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, sepi peminat dan hingga Selasa belum ada yang mendaftar.

"Untuk mendorong minat pendaftar kami berencana berkoordinasi dengan Kemenpan-RB dan BKN terkait penambahan jumlah kualifikasi pendidikan. Seperti S1 Sistem Informasi kan sulit itu, nah kita minta agar Kementerian menambah kualifikasi pendidikan lain yang serupa," kata Kepala Bidang Perencanaan dan Pembinaan Aparatur (PPA) BKPSDM Solok Selatan, Admi Zulkhairi di Padang Aro, Selasa.

Dia mengatakan, delapan formasi yang belum ada pendaftarnya yaitu jabatan penata laporan keuangan bagi kategori penyandang disabilitas pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Jumlah formasi yang dibutuhkan satu orang untuk kualifikasi pendidikan S1 Akutansi dan masih kosong pelamar hingga kini.

Selanjutnya, satu formasi bagi kategori lulusan terbaik untuk jabatan analisis sistem informasi pada BKPSDM, bagi S1 Sistem satu orang, juga masih kosong.

Seterusnya formasi jabatan analisis dunia usaha bagi Sarjana Bisnis Internasional yang akan ditempatkan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dibutuhkan dua orang dan baru ada satu pendaftar.

Kemudian untuk jabatan pengelola sistem dan jaringan untuk lulusan Sarjana Teknik Komputer Jaringan, formasi ini dibuka untuk umum dengan jumlah dua orang yang disediakan dan masih belum ada pendaftar.

Selanjutnya, jabatan Pranata komputer ahli pratama di Diskominfo bagi kategori penyandang disabilitas dengan kualifikasi pendidikan yang diminta yakni, Sarjana Sistem Komputer dan Sarjana Teknik Komputer dengan jumlah formasi satu orang.

Kemudian formasi untuk tenaga guru di sekolah negeri di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga sebanyak 27 formasi dan dibuka untuk kategori honorer K2 lulusan sarjana keguruan.

Seterusnya formasi untuk jabatan tenaga dokter spesialis pada Puskesmas Abai sebanyak satu formasi.

Terakhir, tenaga kesehatan untuk Puskesmas di lingkungan Dinas Kesehatan dengan kualifikasi pendidikan DIII kesehatan sebanyak satu formasi.

Dia menjelaskan, belum adanya pendaftar untuk delapan formasi itu disebabkan karena sejumlah kendala yang mengganjal seperti syarat batasan usia, lokasi formasi yang jauh hingga kualifikasi pendidikan yang diminta.

"Dari masing-masing formasi yang kosong ini seperti untuk penyandang disabilitas mesti lulusan Sarjana Akutansi, ini mungkin ada tapi sangat minim," ujarnya.

Selanjutnya, kebutuhan dokter spesialis, di Puskesmas lain yang dibuka formasi yang sama berlebihan orang mendaftar tapi tidak pada Puskesmas Abai dan mungkin karena dinilai jauh.

Khusus untuk honorer sejatinya telah ada yang mendaftar sebanyak tujuh orang dari 27 formasi yang dibutuhkan, dan saat ini masih dalam proses verifikasi berkas oleh BKPSDM karena alur pendaftaran dari K2 ada syarat tambahan.

Ia menambahkan, sebanyak 2.728 orang telah mendaftar ke berbagai formasi dari 211 formasi yang dibuka untuk instansi Pemkab Solok Selatan.

Untuk pendaftar terbanyak katanya, yakni pada formasi untuk jabatan Analisis Kepegawaian Ahli Pertama dengan jumlah pendaftar 184 orang. (*)