MENGAMANKAN JALUR EKONOMI KABUPATEN SOLOK SELATAN DENGAN SISTEM KORIDOR

Ade Eka Senin, 27/08/2012 Umum 1852 hits

 

Oleh : Ir. SAID ALKHUDRI. MM

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan

Dan Penanaman Modal Daerah Kab. Solok Selatan

Prasarana jalan dan jembatan sebagai urat nadi ekonomi suatu wilayah sudah diakui sejak dulu, disamping potensi SDA, Investasi dan potensi SDM yang tesedia. Prasarana jalan dapat menyambungkan Lokasi Produksi (Tambang, Pertanian/perkebunan, dan jasa) dengan Pasar Produksi itu sendiri.

Salah satu jalur utama ekonomi kabupaten Solok Selatan adalah ruas Jalan Muaro Labuh-Lubuk Malako sepanjang 51 KM dengan status jalan provinsi, dalam RTRW Kabupaten Solok Selatan dijadikan sebagai Jalan Arteri Primer. Jalur utama ini memilki bawaan ekonomi yang sangat besar, intensitas kendaraan yang tinggi dengan arus orang dan barang yang padat, baik local ,maupun antar provinsi (Jambi dan Sumatera Barat).

Suatu hal yang membuat kita gamang adalah bahwa jalur Jalan Muaro Labuh-Lubuk Malako ini membelah Bukit Barisan, sebagian besar menyusuri arus sungai-sungai dan celah bukit-bukit yang terjal, tentunya sangat rawan dengan longsor atau jalan terban ke sungai. Puluhan titik longsor terdapat di sepanjang ruas jalan ini, terutama di kawasan Bukit Manggis sepanjang 10 KM dengan posisi arah ke Lubuk Malako di sisi kiri jalan adalah Sungai Batang Sangir dan di sisi kanan jalan adalah bukit yang sangat terjal.

Setiap saat di semua titik tersebut longsor bisa terjadi, dan jika longsor itu terjadi maka jalur ekonomi Muaro Labuh-PadangAro dan Padang Aro-Lubuk Malako (Abai dan Sei Kunyit) akan lumpuh. Sulit dibayangkan bagaimana kesulitan ekonomi yang akan dialami rakyat di kawasan-kawasan tersebut. Kondisi sebagaimana tersebut diatas sebetulnya tidak harus terjadi dan dapat dihindari , jika mulai saat ini para pihak (Eksekutif dan Legislatif) di Kabupaten Solok Selatan mulai menerapkan Sistem Koridor dan pengaman di sepanjang Ruas Jalan Muaro Labuh-Lubuk Malako tersebut.

Pengamanan jalur dengan Sistem Koridor dapat dilaksanakan dengan membangun ruas-ruas jalan alternatif di sepanjang Jalur Muaro Labuh-Lubuk Malako, justru ruas-ruas tersebut selama ini sebagian sudah tersedia tetapi belum tersambung satu sama lainya, misalnya ruas Jalan Padang Aro-Padang Limau Sundai-Tanjung Durian, sebagai koridor pengaman kawasan Bukit Manggis pada Jalur Padang Aro-Lubuk Malako. Ruas jalan Golden Arm-Pekonina sebagai koridor pengaman Jalur Padang Aro-Muro Labuh (untuk kawasan Liki). Ruas Golden Arm –Pekonina dapat disambung lagi ke arah Muaro labuh sehingga ruas jalan alternatif tersebut tersambung sampai ke Muaro Labuh, hal ini sebaiknya juga dilanjutkan ke batas Kabupaten Solok dan Pemkab Solok melanjutkan juga sampai ke Simpang Lubuk lasih.

Pembukaan ruas-ruas jalan alternatif sebagai koridor pengaman jalur jalan utama Muaro Labuh-Lubuk Malako, ruas-ruas alternatif tersebut juga berdampak kepada perkembangan wilayah yang dilewatinya, dengan bawaan ekonomi lokal yang tinggi sehingga simpul-simpul pertumbuhan ekonomi Kabupaten Solok Selatan tidak hanya di jalur utama, tapi menyebar ke dalam kawasan-kawasan yang di lewati jalan alternatif.

Sudah seharusnya pembangunan ruas-ruas jalan alternatif di sepanjang jalur utama Muaro Labuh-Lubuk Malako menjadi prioritas dalam alokasi dana APBD Kabupaten Solok Selatan T.A 2013, karena ruas-ruas ini mempunyai nilai publik yang tinggi dimata masyarakat dan telah tertuang dalam RPJMD Kabupaten Solok Selatan 2011-2015 dan Draft RTRW Kabupaten Solok Selatan 2012-2031.

Semoga Kabupaten Solok Selatan

Dapat Segera keluar dari status sebagai

Kabupaten tertinggal di Sumatera Barat, Amin.

Padang  Aro, 17 April 2012

Ir. SAID ALKHUDRI. MM

 

: tanpa label